Pidato Kunci SBY Pada KAA 2015 & Pertemuan Informal Dengan WPM Turki by @SBYudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berikan pidato kunci pd Konferensi Parlemen Asia-Afrika di Gedung Nusantara Kompleks Parlemen, Kamis(23/4) pagi.Dalam pidatonya, SBY sampaikan 3 hal penting. Pertama, serius kurangi kemiskinan mll pembangunan ekonomi berkelanjutan & good governance.
Hal penting kedua demi masa depan bangsa2 Asia-Afrika yaitu memelihara dan memulihkan perdamaian & keamanan di kawasan masing-masing.Yang ketiga, meningkatkan kemampuan SDM, teknologi dan kewirausahaan untuk menyongsong masa depan Asia Afrika yg lbh baik.
SBY menjelaskan, selama 60 tahun Konferensi Asia Afrika, angka kemiskinan diakui turun mjd 20 persen dibandingkan thn 1950-an yg mencapai 80%. Usai sampaikan pidato, SBY sempat menjawab pertanyaan dari wartawan di luar gedung parlemen.
Dalam akun twitternya, @SBYudhoyono menyampaikan beberapa kesan dan komentar berkenaan pidato dan komunikasinya dengan beberapa tokoh dunia. Berikut twit beliau.
"Alhamdulillah, atas permintaan DPR RI, saya ikut berkontribusi dlm penyuksesan rangkaian 60 Tahun Peringatan KAA Bandung," *SBY*
Setelah Konferensi Parlemen Asia-Afrika dibuka Presiden Jokowi, pada sesi berikutnya saya melengkapinya dgn Pidato Kunci. *SBY*
Sore harinya, di Cikeas, saya menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Turki Bulent Arinc & setelah beliau bertemu dgn Wapres JK. *SBY*
Kami bertukar pikiran ttg solusi yg tepat utk atasi masalah di Timur Tengah, terutama berkaitan dgn konflik di Suriah & aksi-aksi ISIS *SBY*
Wakil PM Turki menjelaskan perkembangan situasi di kawasan, serta tindakan yg diambil oleh Turki utk atasi masalah yg amat kompleks. *SBY*
Atas permintaan WPM Turki, saya juga menyampaikan pandangan & saran-saran saya kpd sahabat saya Presiden Recep Erdogan. *SBY*
Malam harinya saya terima telepon Presiden Myanmar U Thein Sein utk ucapkan terima kasih atas persahabatan & kerjasama selama ini. *SBY*
Ketika Myanmar sedang diisolasi oleh Barat, tmsk menerima sanksi & embargo yg berat, Indonesia dinilai tidak pernah menjauh. *SBY*
Secara pribadi saya terus dorong pemimpin Myanmar utk lanjutkan reformasi & demokratisasi, seraya menjaga keutuhan nasionalnya. *SBY*
Pada awalnya para pemimpin Barat tidak setuju dgn pendekatan yg kita lakukan (soft power), tetapi belakangan mengakui sebagai tepat. *SBY*
Dulu, saya lakukan "constructive engagement" dgn Myanmar. Saya minta pula agar masalah Rohingya diselesaikan secara adil & bijak. *SBY*
Video pidato kunci SBY pada Konferensi Parlemen Asia-Afrika di Gd Nusantara Kompleks Parlemen, Kamis (23/4) pagi. youtu.be/vRaw1OEuJvA


0 komentar:
Posting Komentar