Gempa besar pada Sabtu (25/4/2015) merusak bangunan termasuk rumah kartu dan kuil bersejarah di kota Khatmandu. Tim penyelamat yang datang mencoba menggali dengan tangan kosong mereka tapa alat di lautan puing-puing bangunan. Bencana di Nepal yang getarannya sampai di Pakistan dan Bangladesh ini adalah bencana terparah dalam hampir satu abad terakhir. Pada tahun 1934 gempa di Nepal menewaskan sekitar 12.000 jiwa.

Diberitakan bahwa terjadi sebuah gempa susulan yang kuat menyebabkan lebih banyak lagi kerusakan terjadi. Lebih dari 70 orang warga asing termasuk dari Indonesia dan Inggris dikhawatirkan hilang dalam bencana.

Korban tewas secara resmi dailaporkan telah mencapai lebih dari 2.500 orang dan 5.800 orang mengalami luka-luka. Anggota keluarga yang terluka bingung menghadapi cuaca dingin pada malam kedua di tempat terbuka, diperparah dengan hujan deras, sehingga dikekhawatiran jumlah korban akan meningkat.

Sebagian besar ibukota Kathmandu terkendala listrik dan air setelah aliran listrik dan saluran air rusak akibat gempa. Sedangkan posko-posko tenda bertebaran, sebagian besar warga yang selamat tidak berani menempati bangunan sebab khwatir terjadi gempa susulan.

Pekerja rumah sakitpun telah menempatkan pasien di jalan karena terlalu berbahaya untuk menjaga mereka di dalam ruangan dengan adanya ancaman gempa susulan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top