Expresinews, Bengkulu -  Pemadaman listrik masih kerap terjadi. Pada Minggu (12/07/2015) setidaknya telah terjadi dua kali pemadaman di dua wilayah berbeda, yakni di Kota Bengkulu dan di Kabupaten Seluma. Hal ini sangat disayangkan oleh masyarakat Provinsi Bengkulu, apalagi proses pemadaman tersebut tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu dari pihak PLN.

Seperti disampaikan oleh Nasti, warga kecamatan Panorama, Kota Bengkulu kepada expresimedia. Ia menyatakan kekesalannya atas seringnya mati lampu.
"Ini bulan puaso lah dekek lebaran, listrik masih pulo sering mati, cak mano kito nak kerjo? Dak do listrik, dak biso hidup mesin," kata Nasti dengan logat Bengkulu. Ia sehari-hari bekerja sebagai pengrajin teralis besi yang setiap hari membutuhkan listrik.

Sementara itu, Rudi Rusdianto, tokoh pemuda Seluma, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, mengungkapkan kekesalannya dengan memfoto lampu rumahnya yang padam dan foto kondisi sekeliling rumahnya yang tampak kelam dan membagikan foto-foto itu di sosial media.

Ia menandai foto-foto itu dengan tulisan : "Listrik seperti pemerintah, tak jelas kapan hidup dan kapan mati, janji tak ditepati".

Ungkapan itu seperti ditujukan kepada pemerintahan Jokowi yang dianggapnya sering ingkar janji.

Kegeraman Rudi cukup beralasan, dan mungkin cukup mewakili kegeraman masyarakat, pasalnya saat kaum muslimin hendak berbuka puasa, lampu tiba-tiba mati. Ini tentu membuat kondisi tidak nyaman.

"Lampu sering byar pet, lama-lama preet.. Ini sudah yang ketiga kali selama 15 menit," tulis rudi dalam update statusnya menunjukkan perasaan geram.

Sampai saat ini pihak PLN masih belum memberikan penjelasan kenapa sering terjadi pemadaman. Hal ini tentu menambah geram masyarakat, apalagi ada khabar bahwa tarif listrik sebentar lagi akan dinaikkan.

"Sungguh, prihatin dengan pelayanan PLN. Bayaran terus ditarik bahkan katanya mau dinaikkan, tapi pelayananya sangat mengecewakan, bahkan membuat kesal saja," ungkap Rudi.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top