![]() |
| Gubernur Bengkulu Non Aktif, Ridwan Mukti |
"BENGKULU, HARAPAN TERAKHIR PENGABDIANKU"
Yang mulia, perkenankanlah pada kesempatan ini saya mengungkapkan isi hati yang selama ini terpendam.
Bukan sebuah pembelaan diri, namun ini benar-benar keluar dari isi hati, yang selama ini saya simpan rapih sebagai pengingat di saat-saat saya mengemban amanah sebagai Gubernur Bengkulu.
Majelis Hakim yang Mulia, Saya meyakini benar, bahwa jabatan Gubernur adalah amanah yang diberikan Allah SWT kepada saya.
Tentu saja amanah mulia ini mengandung konsekunsi berat. Karena itulah, sejak awal saya dilantik sebagai Gubernur awal 2016, saya selalu bertanya kembali ke hati nurani, “Ridwan, tujuanmu apa menjadi gubernur?”
Iya.., tujuannya apa? Kenapa harus repot-repot dan bersusah payah mencalonkan diri sebagai gubernur Bengkulu?
Sebagai orang yang pernah menjabat selama dua periode sebagai wakil rakyat di DPR RI, kemudian mengabdikan diri sebagai Bupati di Musirawas, Sumatera Selatan, selama dua periode pula, jabatan apalagi yang ingin dikejar?
Oktober 2015 ketika masa pengabdian periode kedua sebagai Bupati Musirawas selesai, memang terbersit keinginan beristirahat saja berkebun, atau mengajar berbagi ilmu pada mahasiswa di kampus.
Lantas buat apa harus berkontestasi mencalonkan diri sebagai Gubernur Bengkulu? “Panggilan Jiwa”, itulah yang menuntun saya kembali ke tanah leluhur saya ke Bumi Raflesia.
Lantas buat apa harus berkontestasi mencalonkan diri seabgai Gubernur Bengkulu? “Panggilan Jiwa”, itulah yang menuntun saya kembali ke tanah leluhur saya ke Bumi Raflesia.
Saya memiliki garis keturunan dari ibu, yang berdarah Bengkulu. Selalu terngiang di benak saya dari para tetua kerabat, kapan kamu berbuat sesuatu untuk memajukan Bengkulu?
Bengkulu memang menantang. Provinsi yang terletak di pantai barat Sumatera, tergolong provinsi miskin di Sumatra bahkan Indonesia. Angka kemiskinan mencapai 17 persen, di atas rata-rata nasional yang 12 persen.
Jumlah desa tertinggal mencapai angka 683 desa, atau hampir separuh jumlah desa di Bengkulu. Belum lagi infrastruktur, listrik dan prasarana dasar lain, sangat kurang.
Bengkulu dikepung oleh hutan lindung, dan terisolir. Pembangunan Sumatera lebih bannyak menyentuh lintas timur Sumatra. Bengkulu menghadapi problem besar konektivitas.
Hasil bumi tidak terserap pasar. Perekonomian pun belum menggeliat. Akibatnya, pendapatan per kapita penduduk tergolong kecil dibanding dengan provinsi tetangga.
Tapi fakta itulah justru yang memperkuat panggilan nurani saya untuk berbuat sesuatu. Di masa-masa usia beranjak tua, saya ingin mengabdikan diri dengan mewakafkan diri saya untuk memajukan Bengkulu.
Saya ingin bekerja keras, dan menjadikan kerja keras ini InsyaAllah bagian dari ibadah saya. Alhamdulillah, pada Pemilihan Kepala Daerah Desember 2015, saya bersama pasangan saya Rohidin Mersyah dipercaya rakyat untuk memimpin Bengkulu.
Tentu saja, saya tidak ingin menyia-nyiakan kepercayaan itu. Bersama wakil gubernur, kami pun mempelajari problematik dan kendala yang menyebabkan Bengkulu belum sebaik provinsi tetangga.
Majelis hakim yang mulia, Mengingat akan niat awal saya ke Bengkulu, tidak terbersit setitik pun untuk melakukan perbuatan tercela misalnya dengan memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi.
Juga, tidak terpikir sedikit pun untuk melakukan tindakan tidak terpuji mengambil uang rakyat atau uang negara.
Saya dengan tegas melarang pejabat di lingkungan pemerintah provinsi Bengkulu memberi semacam hadiah lebaran.
Ketika menjelang lebaran, setiap pejabat pemprov yang datang ke rumah, saya perintahkan ajudan untuk memeriksa. Hal ini bisa dikonfirmasi di lapangan, pernahkah ada pejabat pemrov yang pernah memberi hadiah pada saya?
Citra kolutif dalam mutasi pejabat, kami hilangkan sama sekali. Mutasi atau pergantian pejabat dilakukan berdasarkan merit system dan sesuai latar belakang pendidikan.
Tidak ada sama sekali uang setoran atau jual beli jabatan. Hal ini bisa ditelusuri di lapangan. Semua itu kami lakukan untuk membangun ‘trust’ masyarakat terhadap aparatur pemerintah.
Pola terencana untuk berbagai perbaikan pun segera kami lakukan. Langkah awal, pada Februari 2016, melakukan penandatanganan pakta integritas, yang dihadiri Ketua KPK Agus Raharjo, Kepala BNN Komjen Budi Waseso, Penggiat Antikorupsi Mahfud MD, dan lain-lain.
Semua pejabat mulai eselon IV harus menandatangani pakta integritas: tidak korupsi dan tidak memakai narkoba. Jika melanggar, yang bersangkutan langsung dikenai sanksi sesuai hukum yang berlaku.
Sebagai tindak lanjut untuk menciptakan aparatur yang bersih itu, kami minta didampingi KPK. Kami menyediakan ruangan untuk KPK, dan juga mengadakan kordinasi dengan KPK dalam upaya tindakan pencegahan (Korsupgah).
Majelis hakim yang mulia, Kesungguhan saya untuk membangun Bengkulu, didasari oleh niat untuk ikut mengangkat harkat, martabat, dan kebanggaan masyarakat Bengkulu, agar bisa setara, bahkan melebihi provinsi tetangga.
Dari pemberitaan, Provinsi Bengkulu selama ini nyaris tidak pernah terekspos prestasi yang membanggakan di tingkat nasional, apalagi di tingkat internasional.
Sebaliknya, yang muncul berita-berita negatif tentang Bengkulu yang di blow up sedemikian rupa. Sungguh miris...
Sebagai orang yang terlahir pada dirinya darah Bengkulu, saya merasa gusar dengan keadaan ini. Saya ingin segera berbuat sesuatu untuk daerah yang menjadi asal ibu kandung saya, daerah leluhur saya.
Dalam benak saya, pengalaman dan pencapaian saya di berbagai tempat sebelumnya, seperti menjadi akuntan, direktur BUMN, bupati, & anggota DPR RI, sudah cukup bagi saya untuk kini mengusung niat suci, ingin berbakti dengan jadikan Bengkulu lebih maju.
Bukankah Nabi SAW mengatakan “Tidak akan berubah nasib sebuah kaum, bila kaum itu sendiri tidak mengubah dirinya.”
Oleh sebab itu Majelis hakim yang mulia, saya memulai pemerintahan di Bengkulu bersama wakil gubernur Rohidin Mersyah dengan berusaha keras memberikan contoh, sekaligus sebagai komitmen atas niat saya tersebut.
Sesaat setelah dilantik, saya menunda menggunakan fasilitas mobil dinas gubernur yang disediakan oleh pemerintah provinsi Bengkulu.
Saya juga menunda untuk menempati rumah dinas gubernur yang sangat luas dan asri di dekat pantai Panjang Bengkulu.
Sampai saat terakhir, perasaan saya memang belum nyaman untuk menerima kedua fasilitas yang menjadi hak kepala daerah itu.
Semua itu saya lakukan untuk memberi pesan kepada para pejabat dan pegawai negeri sipil aparat saya, kondisi saat itu belum sepantasnya kita bersenang-senang menikmati fasilitas sebagai pejabat, di tengah-tengah rakyat yang masih hidup dalam keadaan susah.
Majelis hakim yang mulia Apa yang saya lakukan pada masa-masa awal pemerintahan itu? Kami dengan dukungan seluruh jajaran aparat Pemerintah Provinsi, bekerja keras membangun harapan masyarakat Bengkulu agar kembali hidup dengan penuh semangat, mengeluarkan energi positif untuk terus tanpa lelah.
Saya sangat bangga pada seluruh aparat pemprov yang terus bekerja tanpa lelah, bahkan terkadang hingga larut malam. Semangat pengabdian mereka luar biasa.
Bengkulu memang membutuhkan gairah baru, semangat baru, dan butuh arahan dan panduan dari pemimpin-pemimpinnya.
Tapi, untuk menjalani itu semua bukan tanpa risiko Majelis hakim yang mulia. Sikap untuk mendahulukan kepentingan rakyat misalnya, dipandang sebagian kalangan dengan nada sinis.
Ketegasan saya kepada kepala para pejabat di lingkungan Pemprov agar tidak meminta imbalan kepada bawahan untuk keperluan promosi jabatan, di satu sisi disyukuri oleh para pegawai.
Begitu pula para pejabat eselon satu, dua, dan tiga, merasa senang karena tidak perlu memberikan setoran ke gubernur dan wakil gubernur.
Namun di sisi lain, kebijakan itu dipandang sebagai keputusan yang aneh dan tidak lazim, terutama bagi mereka yang selama ini terbiasa mendapatkan keuntungan dari budaya setor tersebut.
Berbagai tuduhan dan fitnah dilontarkan. Namun seiring berjalannya waktu, isu-isu negatif pun reda dengan sendirinya.
Sikap tegas kami untuk tidak mengakomodir berbagai kepentingan individu maupun kelompok saat mengajukan dan membahas anggaran pembangunan di DPRD, juga mendapat resistensi dari sejumlah oknum wakil rakyat.
Berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan hingga hitungan tahun, saya tidak sedikitpun mundur dari sikap saya bahwa anggaran pembangunan hanya diperuntukkan untuk rakyat, bukan untuk dinikmati pejabat, termasuk para wakil rakyat yang terhormat.
Buah dari ketegasan itu, yang kemudian diikuti oleh wakil gubernur, para pejabat eselon satu dan dua, mengakibatkan anggaran pembangunan di tahun pertama kepemimpinan saya, tahun 2016, baru disetujui oleh DPRD pada penghujung tahun, yakni November 2016.
Anggaran pembangunan yang telah disetujui itu kemudian kami pamerkan ke rakyat di lapangan sport center, dengan menempelkan lembaran-lembaran kertas berisi angka-angka rupiah itu di papan panjang.
Ini semua dilakukan agar masyarakat bisa melihat, uangnya akan digunakan untuk apa saja. Kami ingin transparan, tidak ada dusta. Munculnya sinisme akibat dari perubahan mindset itu, tidak membuat saya ciut.
Kami terus bekerja, menggunakan segala potensi dari keterbatasan yang ada. Kami yakin sepenuh hati bahwa kami dalam jalur yang benar ketika anggaran dan program yang kami miliki ditujukan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat Bengkulu.
Majelis Hakim yang Mulia Untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat, tentang apa yang telah kami kerjakan, pola komunikasi dan informasi pembangunan saya perkuat.
Tidak semata bermitra dengan media lokal Bengkulu, yang selama ini sangat besar jasanya, tapi kami juga mencoba keluar dari mainstream dengan memproduksi sendiri informasi pembangunan lewat media center.
Tujuannya untuk saling melengkapi dengan media yang sudah ada dalam hal publikasi. Penyebaran informasi dilakukan dengan memanfaatkan teknologi sosial media, mulai dari twitter hingga yutube.
Hal itu tujuannya semata-mata agar Bengkulu dikenal lebih luas secara nasional, bahkan internasional. Goal akhirnya adalah agar investor tertarik untuk menanamkan modalnya di Bengkulu.
Selain itu, lewat publikasi tersebut, diharapkan industri pariwisata bisa lebih berkembang. Jika ekonomi menggeliat, bisnis swasta tumbuh, tentu kesejahteraan dan pendapatan rakyat meningkat.
Media lokal pun harapannya kedepan akan ikut menikmati pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan pemasukan dari iklan dan jumlah pelanggan.
Pola komunikasi lain yang saya kembangkan adalah dengan mewajibkan para kepala OPD memiliki akun twitter. Mereka harus melek informasi terkait media sosial.
Perkembangan informasi lewat sosial media demikian dahsyat, real time. Warga kapan pun tanpa dibatasi waktu, bisa memposting keluhan, masukan bahkan kritikan terhadap pejabat pemerintah. Jika para pejabat memiliki akun twitter, diharapkan mereka bisa langsung merespon.
Saya pribadi pun membuka akses seluas-luasnya pada publik untuk menyampaikan segala keluhan atau masukan lewat akun twitter yang saya pegang sendiri.
Masyarakat sudah mulai terbiasa menyampaikan masukan ke akun pribadi saya. Inilah salah satu keterbukaan yang saya bangun, agar semua bisa terang benderang.
Majelis hakim yang mulia Hadangan, kritikan dan cobaan yang saya hadapi tidak membuat saya surut nyali. Justru hal itu saya jadikan penyemangat untuk lebih keras bekerja.
Pada awal tahun pertama bekerja, kami membuat konsep pembangunan untuk menata Bengkulu ke depan, dengan menetapkan 5 [lima] program prioritas.
Dengan konsep yang kami nilai sebagai diagnosa yang tepat untuk Bengkulu, kami ingin membangun Bumi Rafflesia ini dengan mengutamakan lima hal penting:
Pertama, mengentaskan kemiskinan dan meretas ketertinggalan di prov Bengkulu. Program ini akan menyentuh langsung kepentingan masyarakat bawah, juga sebagai bagian dari upaya untuk merealisasikan niat kami untuk menyejahterakan rakyat Bengkulu.
Kedua, penguatan komoditas unggulan dan agro maritim. Dengan program ini, kami bertekad untuk mengangkat kesejahteraan para petani dan membuat tersenyum para nelayan.
Bengkulu memiliki kekayaan laut luar biasa. Ini juga sekaligus untuk menghasilkan komoditas dan produk-produk unggulan untuk mengangkat ekonomi Bengkulu.
Ketiga, pengembangan infrastruktur strategis dan industrialisasi. Bengkulu terisolasi dari provinsi tetangga, terkucil di tepi barat Sumatera. Isolasi ini harus dibuka.
Kementerian Perhubungan bahkan sudah merespon dengan menambah rute tol laut melintasi Bengkulu. Melalui program ketiga ini, kami berharap perekonomian Bengkulu bisa lebih maju karena lalu lintas logistik dan perdagangan jadi lebih lancar dan terbuka.
Program keempat yang mulia, kami ingin mentransformasi birokrasi di Bengkulu dengan berbasis IT, agar pelayanan publik menjadi lebih cepat dan dijalankan secara profesional.
Kami berguru pada daerah-daerah yang lebih dulu menjalankan program tersebut. Misalnya dengan mendatangkan Ibu Risma, Walikota Surabaya, ke Bengkulu.
Program kelima adalah Visit 2020 Wonderful Bengkulu. Ini adalah program yang akan menjadi ujung tombak untuk menjadikan Bengkulu dikenal di seluruh pelosok tanah air, bahkan mancanegara.
Pada akhir masa bakti kami di tahun 2020, kami bertekad menjadikan Bengkulu sebagai salah satu destinasi wisata nasional dengan income per kapita penduduknya yang memadai, seperti Yogyakarta dan Bali.
Dengan begitu, rakyat Bengkulu akan menikmati hasil pembangunan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, bahkan bisa lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional.
Majelis hakim yang terhormat, Mimpi tentang Provinsi Bengkulu yang maju dan sejahtera setiap saat muncul dalam benak saya, baik ketika sedang bertugas menjalankan pemerintahan di Bumi Raffesia, maupun saat tidak sedang bertugas.
Berbagai keterbatasan dan kendala yang saya hadapi dalam menjalankan pemerintahan selama sekitar 1,5 tahun ini, tidak pernah mampu membuat semangat saya berkurang sedikitpun.
Saya telah mengunjungi semua desa di Provinsi Bengkulu yang masuk dalam kategori desa tertinggal, bahkan ketika saya belum terpilih sebagai gubernur.
Desa-desa yang masih terisolir itu jumlahnya sangat besar, mencapai 683 desa, atau hampir mencapai 50 persen dari total jumlah desa di provinsi Bengkulu.
Bila melihat jumlah desa terisolir sebanyak itu, seorang kepala daerah baru mungkin akan mulai frustrasi dengan beban berat yang harus dia hadapi, Apalagi, dengan kondisi anggaran pembangunan yang sangat kecil bila dibandingkan dengan provinsi lain.
Tapi alhamdulillah, saya justru mengambil hikmah atas kondisi ini seraya bersyukur karena Allah SWT yang maha berkehendak telah menetapkan saya sebagai kepala daerah pada sebuah provinsi, yang membutuhkan kesungguhan dan niat untuk menyejahterakan warganya.
Bagi saya, memajukan daerah miskin, mengangkat derajat dan kesejahteraan masyarakat yang hidup susah, adalah pengabdian yang akan mendapat ganjaran pahala yang sangat besar dari Allah SWT.
Saya meyakini bahwa dengan program yang tepat dan dengan kerja keras dilandasi niat yang kuat, Allah SWT akan memberikan kemudahan dan jalan keluar untuk membangun Bengkulu.
Itulah sebabnya, saya memutuskan untuk menjadikan program pengentasan kemiskinan dan peretasan ketertinggalan sebagai program prioritas pertama dari lima program yang sudah kami susun.
Majelis hakim yang mulia, Di tengah keterbatasan sumber daya manusia yang mumpuni, serta anggaran pembangunan yang tergolong kecil, saya berusaha mencari sumber-sumber lain dan melakukan sejumlah terobosan agar program pembangunan yang sudah kami susun bisa segera berjalan.
Kami sadar betul, warga Bengkulu sudah menunggu lama realisasi dari program-program pembangunan yang sudah kami siapkan.
Selama sekitar 1,5 tahun menjalankan pemerintahan, saya hampir setiap pekan pergi pulang Jakarta - Bengkulu untuk meminta perhatian pemerintah pusat agar ikut membantu kami membangun Bengkulu.
Saya menemui dan mengetuk hati para anggota DPR,, para dirjen, para menteri, bahkan presiden dan wakil presiden agar bersedia turun tangan untuk bersama-sama kami membangun dan menyejahterakan rakyat Bengkulu.
Tidak kurang dari menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri Sosial, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, kami sambangi dan ajak berdiskusi tentang daerah ini.
Dalam beberapa kesempatan, saya bahkan memboyong para bupati dan walikota se provinsi Bengkulu untuk datang dan berdialog langsung dengan menteri dan jajarannya di Jakarta.
Kami paparkan kepada mereka program-program yang sudah kami susun. Kami meminta dukungan mereka atas niat kami membangun Bengkulu dengan komitmen membentuk pemerintahan yang bersih dan melayani rakyat.
Respon para petinggi negeri di Jakarta umumnya positif. Sebagian menteri malah mengatakan miris mendengar paparan kami.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas misanya, secara terbuka mengatakan baru pertama kali itulah beliau dan jajarannya mendengarkan kondisi riil dan rencana pembangunan Bengkulu.
Sebagian menteri lainnya merespon dengan rencana-rencana jangka pendek berupa program-program pembangunan yang segera dijalankan di Bumi Rafflesia.
Di sisi non pemerintah, kami mengajak pihak swasta untuk datang dan berinvestasi di Bengkulu. Dalam waktu yang cukup singkat, investasi swasta telah direalisasikan di Bengkulu, antara lain di bidang energi dan infrastruktur.
Saya juga menyambangi institusi-institusi lain seperti sejumlah kedutaan besar untuk membuka peluang kerjasama pembangunan dengan pemprov Bengkulu.
Beberapa duta besar dan diplomat asing langsung menunjukkan respon positif dengan telah berkunjung ke Bengkulu dalam beberapa bulan terakhir, untuk merintis peluang kerjasama di bidang investasi maupun bidang lain seperti pendidikan dan kesehatan.
Semua itu kami lakukan yang Mulia, karena saya sadar betul Provinsi Bengkulu tidak mungkin bisa maju,tidak mungkin bisa mengejar apalagi melampaui kesejahteraan provinsi-provinsi tetangga, bila kepala daerahnya tidak menciptakan terobosan dan lompatan-lompatan pembangunan.
Bengkulu harus dibangun dengan cara yang tidak biasa, dengan terobosan-terobosan penting, agar rakyatnya bisa segera mendapatkan kesejahteraan.
Majelis hakim yang saya muliakan, Segala upaya dan keinginan kuat saya untuk membangun dan menyejahterakan rakyat Bengkulu akhirnya direspon oleh penguasa tertinggi di republik ini, yakni Presiden Jokowi.
Pada akhir Mei lalu, tepatnya tanggal 31 Mei 2017, gubernur Bengkulu mendapatkan kehormatan untuk menyampaikan paparan di hadapan presiden, wakil presiden, dan para menteri terkait di istana negara.
Di hadapan presiden, kami sampaikan kondisi riil dan masalah pokok yang dihadapi provinsi Bengkulu. Kami paparkan program-program prioritas untuk mempercepat pembangunan dan melepaskan Bengkulu dari ketertinggalan dan keterisolasian.
Kami usulkan berbagai proyek strategis yang diharapkan bisa menjadi Proyek Strategis Nasional atau PSN, yang melibatkan pemerintah pusat di Bengkulu.
Alhamdulillah, presiden Jokowi merespon positif paparan dan permohonan yang kami ajukan, berupa 28 program strategis nasional di Bengkulu.
Presiden bahkan langsung memerintahkan 4 menteri untuk segera mendindaklanjuti pertemuan tersebut, yakni menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri BUMN, Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Untuk memastikan segera berjalannya program-program strategis nasional di Bengkulu, presiden Jokowi bahkan berjanji akan segera berkunjung ke daerah kita tercinta ini, ke Bumi Rafflesia.
Kita berharap, pada hari-hari mendatang ini Bengkulu betul-betul bisa dikunjungi oleh presiden agar beliau bisa berkomunikasi langsung dengan rakyatnya di Bengkulu, yang sudah lama terabaikan dalam konstelasi pembangunan nasional.
Majelis hakim yang mulia, Saya menyadari, manusia hanya berencana dan berusaha. Allah jualah akhirnya yang menentukan. Sebagai hamba Allah saya telah membuat rencana untuk membangun Bengkulu.
Tapi Allah lah yang maha perencana dan maha berkehendak, sehingga apa yang saya usahakan dan rencanakan tak ada artinya dibanding kehendak Allah SWT.
Pada kesempatan ini, izinkan saya memohon maaf kepada masyarakat Bengkulu karena saya belum bisa berbuat banyak.
Namun saya optimistis dibawah kepemimpinan PLT Gubernur Dr. Rohidin Mersyah, didukung oleh aparat pemprov yang penuh dedikasi, cita-cita mewujudkan Bengkulu maju, dapat tercapai.
Saya mengenal dengan baik kapasitas, integritas, dan dedikasi Pak Rohidin. Dukunglah kepemimpinan beliau, satukan tekad demi Bengkulu yang lebih sejahtera. Jika Allah berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin.
Sementara bagi saya, peristiwa ini adalah sebuah cobaan sekaligus sebuah teguran dari Allah untuk pribadi beserta keluarga saya, agar bisa menjalani hidup lebih baik lagi. Ini merupakan wujud kecintaan Allah SWT.
Majelis yang mulia, Tanpa bermaksud menyalahkan siapapun, termasuk istri saya, sejujurnya sampai detik ini saya masih belum bisa memahami tuduhan perbuatan yang ditimpakan pada saya.
Hanya Allah SWT yang mengetahui apa sesungguhnya yang terjadi. Tapi apapun saya telah mengambil banyak pelajaran atas peristiwa tersebut.
Jika majelis yang mulia menilai saya terbukti melanggar hukum, mohon dengan hormat untuk dapat menjatuhkan vonis seadil-adilnya. Saya sebagai seorang ayah dan suami, masih memiliki tanggungan keluarga, terutama anak yang masih di bawah umur. Hanya kepada Allah SWT saya mohon ampunan.
Semoga Allah SWT selalu memberkati, melindungi dan membimbing kita semua. Amin ya robbal alamin.


0 komentar:
Posting Komentar