![]() |
| Penyerahan Cindera Mata. Plt. Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menerima cidera mata dari Rektor Unib, Ridwan Nurazi saat mengisi diskusi panel peran satrategis Universitas Bengkulu dalam SDG |
Expresinews, Bengkulu-Merealiasi program pemerintah daerah Provinsi Bengkulu yang
berkelanjutan, menurut Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, jelas perlu
adanya keterlibatan dari semua unsur, termasuk dari pihak akademisi. Untuk itu
menyusun rencana aksi daerah ini, memerlukan multy disiplin ilmu dan dikombinasikan
dengan Sustainable Development Goals (SDG)/ Rencana Aksi Nasional.
“Kesadaran
kita bahwa tidak ada ilmu yang merasa lebih penting dari ilmu yang lainnya,
harusnya SDG seperti itu. Karena pendeketan SDG itu pendekatannya holistic,
pendekatan menyeluruh, seluruh variable ikut dan semua disiplin ilmu terlibat,”
jelas Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pada Launching dan Diskusi Panel
“SDG/ Rencana Aks Nasional, Rencana Aksi Daerah, serta Kontribusi dan Peran
Strategis Universitas Bengkulu”, di Ruang Rapat III Rektorat Universitas
Bengkulu (UNIB), Rabu (10/01).
Lanjut
Rohidin Mersyah, mencapai perencanaan program pemerintah daerah yang
berkualitas dan berkelanjutan, juga perlu dilakukan pendekatan berdasarkan
tujuan bukan berdasarkan masalah. Sehingga pemecahan masalah bisa
ditindaklanjuti tanpa memunculkan masalah lainnya.
“Orang
yang melakukan konsepsi pembangunan seperti ini, maka itu 180 derajat berubah.
Hal ini harus diaplikasikan oleh Bappeda (Badan Perencanaan Daerah), sehingga
rencana aksi pembangunan bisa mencapai seperti apa yang ditargetkan,” pungkasnya.
Hal
senada disampaikan Direktur Pendidikan dan Agama Badan Perencanaan Nasional
(Bappenas) Hadiat yang hadir dalam kesempatan tersebut. Menurutnya, rencana
pusat merupakan sebagai rujukan nasional bagi setiap daerah. Sehingga inovasi
dari masing-masing daerah sangat dibutuhkan terhadap otonomi dan pembangunan
yang akan dilakukan.
“Daerah
tentu betul-betul harus menunjukkan bagaimana inovasi yang harus dilakukan
sesuai dengan kondisi daerah masing-masing,” ungkap Hadiat, sekiligua
narasumber dalam diskusi panel ini.
Dijelaskan
Rektor Universitas Bengkulu Ridwan Nurazi, launching Center SDG tidak lain
untuk mendukung rencana aksi pembangunan bengkulu, baik jangka menengah maupun
jangka panjang. Dari 17 Goals Pemda Provinsi Bengkulu, pihaknya memfokuskan pada
3 aspek, yaitu ekonomi, pendidikan dan kesehatan.
“Jelas
tidak menutup kemungkinan dengan SDM yang kita miliki, kita juga akan bisa
membantu, menjadi mitra dan bersinergi bersama pemerinrah daerah dan
masyarakat,” papar Ridwan Nurazi.
Sementara
itu, dengan adanya Center SDG di UNIB ini, Ridwan Nurazi juga mengharapkan
adanya adanya dukungan dari Universitas lainnya di Provinsi Bengkulu,
”Perguruan
yang ada di Bengkulu ini kan banyak. Saya pikir tinggal dicari saja dimana SDM
mereka itu yang kuat dan bisa masuk di goals lainnya yang tidak menjadi fokus
di UNIB,” tutupnya. (Rls).


0 komentar:
Posting Komentar