Expresinews, Bengkulu Utara – Nama H. Ahmad Zarkasi, SP, M.Si memang bukan nama baru di dunia politik Provinsi Bengkulu. Selain pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Bengkulu dan Wakil Ketua DPRD Provinsi, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga dikenal sebagai sosok anti korupsi.

Sepak terjang Ahmad Zarkasi sebagai aktivis anti korupsi bukan hanya dilakoninya saat duduk di bangku perguruan tinggi. Saat menjadi Ketua DPRD Kota, ia bahkan melaporkan dugaan korupsi yang terjadi di Pemda Kota Bengkulu. Meskipun ia harus membayar mahal laporannya tersebut dengan hukuman 3 bulan penjara.

Kini Ahmad Arkasi muncul dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bengkulu Utara (BU) menjadi calon wakil bupati mendampingi H. Yurman Hamedi, S.IP. Ia adalah mantan Anggota DPRD BU dua periode dan kini duduk sebagai Ketua Komisi III DPRD Provinsi.

Menariknya, label mantan napi yang disandang Zarkasi bukan justru membuat masyarakat takut. Bahkan justru membuat banyak dukungan mengalir ke pasangan Yurman – Zarkasi. Hal ini lantaran Zarkasi bukan dipenjara soal kasus korupsi melainkan kasus pencemaran nama lantaran ia sudah melaporkan petinggi Kota Bengkulu saat itu melakukan dugaan tindak pidana korupsi.

Calon Bupati BU Yurman Hamedi mengaku tak salah memilih Zarkasi sebagai pendampingnya. Bahkan diakuinya salah satu yang membuatnya menginginkan Zarkasi menjadi calon wakilnya lantaran sikap keras Zarkasi melawan korupsi, berkaca dari kasus yang menyeretnya hingga ke penjara.

“Saya membayangkan, bagaimana mungkin seorang Ketua DPRD yang begitu dipengaruhi sistem justru berani melaporkan dugaan korupsi. Padahal, dalam jabatannya ia juga sangat berpeluang mengambil keuntungan. Tapi dia berani melapor adanya dugaan itu (korupsi,red),” kata Yurman.

Yurman mengakui jika sikap kritis anti korupsi tersebut harus dibayar mahal oleh Zarkasi dengan mendekam di penjara lantaran dinilai mencemarkan nama baik pejabat tinggi. Bahkan, ia menilai Zarkasi hanyalah tumbal politik dan kekuasaan.

“Sikapnya justru membuat saya bangga. Saya malu kalau saya berdampingan dengan koruptor, tapi saya bangga berdampingan dengan orang yang melawan korupsi itu sendiri. Bahkan, orang yang sabar saat dzolimi karena melawan yang salah,” kata Yurman.

Bahkan, dalam beberapa perbincangannya dengan Zarkasi, ia menegaskan meminta Zarkasi juga melaporkan ke Polisi jika nantinya dipercaya memimpin BU dan ia berbuat salah. Ia bertekad kepemimpinannya nanti untuk memberantas korupsi dan bukan menumbuh korupsi.

 “Kami ingin bekerjasama membangun, saling mengawal dan bukan menjatuhkan masyarakat, jika ada salah satu dari kami salah, tegur. Jika tetap salah, tempuh langkah hukum,” tegas Yurman.

Ia mengakui jika ada beberapa kekurangan dari dirinya. Ia merasa jika dirinya adalah orang yang terkadang terlalu cepat mengambil keputusan, berani dan blak-blakan. Dalam hal inilah Zarkasi melengkapi dan menutupi kekurangannya.

“Saya tahu, Pak Zarkasi adalah seorang ulama, santun dan penuh pertimbangan. Namun memiliki visi yang kuat dalam menegakkan pembangunan dan pemerintahan yang bersih,” pungkas Yurman. (qia/RakyatBengkulu)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top