![]() |
| Bakar karangan bunga di depan Balai Kota Jakarta |
Expresinews - JAKARTA - Peringatan Hari Buruh Internasional tanggal 1 Mei diwarnai aksi unjuk rasa ribuan buruh dan mengepung Istana Presiden di Jakarta pada Senin (1/1). Unjuk rasa ratusan ribu buruh ini berjalan tertib meski muncul kekecewaan sebagian pihak karena aksi buruh ini tidak ditemui oleh Presiden Jokowidodo.
Gabungan serikat buruh dari berbagai organisasi dan elemen buruh berkumpul dan menyampaikan aspirasinya di depan istana presiden, antara lain KPBI, SMI, SPBP, LMND, SP Jhonson, GPMJ, KPR, SGBN, PRP, KSN, SPMN, SP Danamon, FMK, Perempuan Mahardhika, Politik Rakyat, KPO-PRP, LBH Jakarta, Arus Pelangi, KPA, SGBM, PPAS, dan FKI.
Diantara tuntutan kaum buruh adalah 6 tuntutan yang disampaikan oleh Ketua Umum Konfederasi Buruh Indonesia (KPBI), Ilham Syah. Ilham menyebutkan bahwa tuntutan yang disampaikan kaum buruh ini sangat penting dan memang sedang terjadi di Indonesia sehingga perlu diperhatikan oleh segenap elemen bukan hanya buruh.
Keenam tuntutan tersebut antara lain menyangkut persoalan masalah demokrasi partisipatif, penguasaan dan pengelolaan sumber daya alam, penyelesaian konflik agraria termasuk mengembalikan tanah-tanah rakyat yang dirampas korporat maupun negara dan menghentikan segala upaya perampasan tanah rakyat.
Selanjutnya Ilham juga menyebutkan sikap buruh melawan tindakan-tindakan korupsi yang dilakukan pejabat negara maupun koorporat, menuntut pelayanan pendidikan dan kesehatan gratis bagi rakyat Indonesia, juga berkenaan dengan penolakan atas upah murah yang dilegalkan oleh PP 78 2015, penolakan sistem kerja kontrak, outsourcing, dan sistem kerja magang yang sama sekali tidak memberikan kesejahteraan pada pekerja.
Terpisah, ribuan buruhpun memadati balai kota Jakarta dan membakar puluhan karangan bunga yang tersebar di halaman depan balai kota Jakarta. Aksi bakar karangan bunga di halaman balai kota Jakarta tersebut menurut Sekertaris Jendral FSP LEM SPSI, Idrus adalah bentuk memprotes atas kepemimpinan Ahok selama di Jakarta yang tidak memberikan kesejahteraan pada buruh sehingga tidak layak diberikan karangan bunga.
Idrus menyampaikan dalam orasinya, selain ikut aksi pada 1 Mei 2017, mereka juga akan turut membersihkan Balai Kota dari karangan bunga. Idrus menilai, bunga-bunga ini sudah sepatutnya dibersihkan karena pemerintahan kota Jakarta yang dipimpin Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) belum bisa menyejahterakan buruh.
"Beruntung kita hadir kemari turut membersihkan balai kota," kata dia.(***)


0 komentar:
Posting Komentar