Tokoh Jawa, Syahfan Badri Sampurno Berpotensi Menjadi Kuda Hitam dalam Pilgub Bengkulu Desember Mendatang
Expresinews_ Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan dihelat Desember 2015 mendatang tinggal beberapa bulan lagi. Berbagai lembaga survei mulai menggelar survei untuk menilai tingkat popularitas dan elektabilatas calon-calon yang bermunculan.
Salah satu lembaga survei Media Survei Nasional (Median) baru-baru inipun merlilis hasil surveinya. Khususnya untuk wilayah Provinsi Bengkulu Median merilis hasil survei yang cukup menarik. Bahwa ada tokoh lokal jawa yang memiliki potensi menjadi kuda hitam dalam pilgub Bengkulu mendatang. Tokoh ini yakni Syahfan B. Sampurno dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Direktur Eksekutif Median, Riko Marbun menejelaskan, seperti dilansir tribunews bahwa dalam bulan-bulan terakhir ini ada peningkatan signifikan tokoh baru diluar 10 tokoh-tokoh yang sudah memiliki tingkat popularitas di Provinsi Bengkulu.
"Kami menemukan beberapa tokoh lokal lainnya dari 10 tokoh yang sudah populer, yang bisa menjadi kuda hitam dengan populartas yang patut diperhitungkan dan tren yang cenderung naik, antara lain, Syahfan Badri Sampurno. Tokoh jawa yang dikenal dengan gerakan silaturahim seribu desa," terang Riko Senin (22/6/2015)
Lebih lanjut menurut Riko, Syahfan Badri Sampurno didukung oleh partai yang terkenal solid dan memiliki basis kader yang kuat di Provinsi Bengkulu yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sehingga kans untuk menjadi kuda hitam saat pilgub nanti sangat mungkin terjadi. Di sisi lain Syahfan Badri Sampurno merupakan tokoh dengan latar belakang Jawa yang punya potensi keterpilihan masyarakat suku jawa yang cukup besar di Provinsi Bengkulu. Belum ada tokoh lain yang mewakili etnis masyarakat jawa yang muncul ke publik.
Dalam rilis hasil survei Median ini, Syahfan Badri Sampurno telah mencapai tingkat popularitas sebesar 44,2 persen. Sedangkan 10 tokoh yang lain yakni Junaidi Hamzah mendapatkan popularitas sebesar 77, 1 persen, dikuti Sultan B. Najamudin 69,1 persen, Imron Rosyad 60,8 persen, Bando Amin C. 59,8 persen, dan Ridwan Mukti 58,5 persen.(hy)


0 komentar:
Posting Komentar