expresinews, Dalam rangka mendorong percepatan program penanggulangan kemiskinan, Pemerintah menetapkan berbagai kebijakan program Pemberdayaan Masyarakat dan Penanggulangan kemiskinan berbasis bantuan dan dan perlindungan sosial Pemberdayaan Masyarakat,dan pemberdayaan usaha mikro dan kecil.

PNPM PISEW /RISE II termasuk dalam salahsatu program PNPM Mandiri yang mendukung upaya percepatan pembangunan ekonomi masyarakat perdesaan dengan berbasis pada sumber daya lokal, pengurangan kesenjangan antar wilayah, pengentasan kemiskinan, perbaikan pengelolaan pemerintahan daerah di tingkat kabupaten,kecamatan dan desa. Serta penguatan institusi lokasl di tingkat desa.

Guna mendukung pencapaian tujuan dan sasaran pelaksanaan tahun 2014, dan mengembalikan pemahaman dan komitmen bersama agar program berjalan dengan lancar, Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan Launching PNPM PISEW (RISE II) di hotel Merlyn Park Jakarta pada tanggal 12-13 Agustus 2014.

Pembukaan dan sambutan disampaikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah Bappenas, Direktur Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum, Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa , Kementerian Dalam Neger dan Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah , Kementerian Dalam Negeri.

Dalam sambutannya Deputi Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah Bappenas menjelaskan bahwa secara garis besar pembiayaan PNPM PISEW yang bersumber dari ABPN yang didukung dari PHLN Loan JICA IP-564 dialokasikan untuk 3 kegiatan yaitu : 1. Pemerataan pembangunan melalui penyediaan BLM Kecamatan guna pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat di desa. 2.Pertumbuhan Ekonomi melalui Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) guna mendorong pertumbuhan wilayah dengan alokasi2 Milyar per kecamatan. 3.Pelaksanaan percepatan penanggulangan kemiskinan melalui penerapan Quick Wins di beberapa lokasi tertentu dengan alokasi sebesar 2-3 Milyar.

Pada kesempatan ini Ketua Tim Koordinasi PNPM PISEW Pusat menegaskan bahwa PNPM PISEW akan lebih memfokuskan pada pengembangan KSK sebagai generator pertumbuhan ekonomi wilayah. Dengan harapan memiliki nilai tambah dari produk-produk unggulan kawasan-kawasan tersebut melalui pemanfaatan Teknologi Tepat Guna(TTG), selain dari itu PNPM PISEW bekerjasama dengan lembaga LIPI dalam hal pemanfaatan serta pengelolaan TTG.

Sambutan kedua disampaikan oleh perwakilan dari Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan umum. Dalam sambutannya menjelaskan mengenai keberhasilan RISE I yang telah dilaksanakan selama 5 tahun (2009-2013) dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara langsung melalui penyerapan tenaga kerja di 2.355 desa, 237 kecamatan dan 34 Kawasan Strategis Kabupaten (KSK). Alokasi sebesar Rp. 1.848,8 Triliyun dan telah melibatkan sebanyak 9.800 Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) telah berhasil membangun sebanyak 74,36% infrastruktur transportasi, 10% infrastruktur air bersih dan sanitasi, 9,95% infrastruktur peningkatan produksi pertanian, 1,43% infrastruktur pendidikan dan 2,36% infrastruktur kesehatan.

Selain itu Direktur Jenderal Cipta Karya menegaskan mengenai tantangan yang akan di hadapi di tahun 2014 ini. Dimana waktu tinggal 4 bulan sedangkan pembangunan infrastruktur yang dibiaya dana BLM sebesar Rp. 700,96 Milyarharus terserap dengan baik. Himbauan untuk berkontribusi secara maksimal dalam upaya percepatan pembangunan ini ditujukan kepada semua tim Pelaksana agar menjaga konsistensi dan tertib administrasi agar menghasilkan pembangunan fisik yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Sambutan ketiga disampaikan oleh bapak Ir. Tarmiz A. Karim M.Sc selaku Direktur pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Beliau menjelaskan bahwa pendudukan miskin dari tahun ke tahun secara kuantita menunjukkan penurunan. Dimana penduduk miskin mencapai sebanyak 28,55 juta jiwa (11,47 %) dimana di kota sebanyak10,63 juta jiwa dan di desa sebanyak 17,92 juta jiwa. Guna mewujudkan target penurunan angka kemiskinan sesuai target MD's di akhir tahun 2014 pemerintah dan pemerintah daerah harus bekerja keras dalam mengefektifkan program penanggulangan kemiskinan melalui wadah/forum Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri. Beliau menjelaskan mengenai keterlambatan pelaksanaan PNPM PISEW II (RISE II) dikarenakan adanya berbagai perubahan kebijakan loan maupun kebijakan dalam negeri. Dimana penandatangan loan baru dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2014, Legal Opinion dari Kemenhukham diterbitkan tanggal 18 Juni 2014 dan Efektif Loan RISE II baru terlaksana pada tanggal 24 Juni 2014. Selain dari itu adanya efisiensi anggaran dan Revisi DIPA Kementerian/Lembagayang baru selesai pada bulan Juli 2014.

Sebagai antisipasi terlambatnya pelaksanaan PNPM PISEW tahun 2014 , diharapkan perhatian bersama untuk memperatikan sisa waktu pelaksanaan yang tinggal 5 bulan efektif sehingga perlu penyesuaian prioritas dan jadwal Nasional untuk dijadikan acuan berama dalam pelaksanaan kegiatan.

Acara ini ditutup oleh Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Bapak Dr. Drs Muh.Marwan Msi dengan pemukulan gong sebagai simbol telah resmi dimulainya pelaksanaan program PNPM PISEW RISE II TA 2014. Semoga niat baik dan cita-cita luhur PNPM PISEW dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat dan pengentasan kemisikinan berjalan dengan lancara dan diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin






Sumber : http://pnpm-pisew.org

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top